JAMBAN NYAMAN: BENTUK PERHATIAN YANG HUMANIS

JAMBAN NYAMAN: BENTUK PERHATIAN YANG HUMANIS

Jamban duduk mendukung kenyamanan dan sehat.         Foto: Dokumen sekolah


Bersolek itu tak harus mukanya saja. Hal-hal yang terkait dengan urusan belakang juga harus diurusi. Apalagi jika menyangkut ‘hajat penting’ warga sekolah.

        Tim Sarpras tidak hanya bertugas mengurusi wajah sekolah saja. Lebih dari itu, urusan domestik seperti dapur dan kamar mandi juga perlu sentuhan khusus. Sebab, pada kenyataannya, fasilitas yang disebut belakangan ini justeru yang paling sering dibutuhkan dan paling banyak dimanfatkan oleh warga sekolah dibandingkan fasilitas yang digunakan untuk wajah sekolah.

Rasio Ketersediaan Jamban

        Terkadang urusan ke belakang menjadi kebutuhan mendesak dalam kondisi apa pun. Siswa sering kali membutuhkan tempat yang nyaman untuk melakukan hajatnya. Untuk itu, ketersediaan kamar mandi yang representatif menjadi impian warga sekolah. Tim Sarpras SMA N 1 Muntilan sangat mahfum akan hal ini. Maka, secara bertahap, sekolah mulai berbenah untuk menyediakan kamar mandi dan jamban yang nyaman.

        Hal yang dilakukan antara lain dengan menambah jumlah agar sesuai dengan jumlah siswa. Rasio ketersediaan toilet di sekolah adalah 1:25 untuk siswa perempuan, dan 1:40 untuk siswa laki-laki. Dengan jumlah siswa di atas 1000 (700 perempuan dan 300 laki-laki), idealnya SMA N 1 Muntilan memiliki 35-40 jamban siswa.

        Penambahan jumlah ini dilakukan di lantai 2. Sebab, banyak kelas yang berlokasi di lantai 2. Selain penambahan jumlah, perlu juga mempertimbangkan kenyamanan. Untuk itulah, beberapa kamar mandi diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan.

Jamban Duduk

        Warga sekolah itu tak mungkin homogen. Keberbedaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Mulai dari perbedaan fisik, perbedaan kebiasaan, latar belakang sosial, dan sebagainya. Ada perbedaan yang disandang sesorang karena sebab yang di luar jangkauannya. Sekolah memahami hal ini sampai pada ‘urusan belakang.’

        Ada banyak hal terkait perbedaan dan keberagaman ini yang harus disikapi dengan sarana dan prasarana khusus. Misalnya saja terkait penggunaan jamban dan kamar mandi. Ini menjadi urusan penting yang harus diutamakan di sekolah.

        Terkadang, ada siswa yang perlu perlakuan khusu untuk urusan ke belakang ini. Untuk itu, sekolah juga menyediakan kamar mandi dengan jamban duduk bagi mereka yang sulit menggunakan jamban jongkok. Hal ini disediakan semata-mata untukmemfasilitasi warga sekolah. Misalnya saja siswa yang memiliki alasan kesehatan atau kebutuhan khusus.