PETUNJUK TEKNIS PPDB SMAN 1 MUNTILAN

PETUNJUK TEKNIS PPDB SMAN 1 MUNTILAN

Berikut adalah Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Muntilan 2020 / 2021

TATA CARA PENDAFTARAN 

1. Membuka situs PPDB Daring dengan alamat http://ppdb.jatengprov.go.id.

2. Membuat Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen (contoh d?apat dilihat di situs  PPDB). 

3. Melakukan Registrasi akun dan verifikasi pendaftaran mandiri di sistem aplikasi  PPDB. 

4. Menginput data pribadi sesuai alur dalam sistem aplikasi PPDB.

5. Mengunggah Surat Pernyataan tersebut pada angka 2.

6. Mengunggah surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi  yang bersangkutan,

    khusus bagi calon peserta didik yang merupakan putera/ puteri tenaga kesehatan dan tenaga

    pendukungnyadengan wilayah kerja di luar  Provinsi Jawa Tengah. 

7. Apabila calon peserta didik telah menginput data yang diperlukan maka akan  memperoleh nomor

    pendaftaran. 

8. Jurnal dan hasil seleksi dapat dilihat pada sistem aplikasi PPDB dengan nomor  peserta PPDB. 


PILIHAN PENDAFTARAN

a. Calon peserta didik SMA Negeri dapat mendaftarkan diri pada 1 (satu) satuan  pendidikan melalui jalur

    zonasi, atau jalur afirmasi, atau jalur prestasi di dalam zonasi. 

    Di Ubah menjadi

    Calon peserta didik dapat memilih 1 (satu) jalur  pendaftaran PPDB pada jalur zonasi atau afirmasi atau 

    prestasi dalam wilayah zonasinya

 b. Calon peserta didik dapat mendaftar pada jalur zonasi dengan memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga)

    satuan  pendidikan dalam 1 (satu) wilayah zonasinya.  (aturan tambahan)

c. Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran

    melalui jalur afirmasi atau jalur prestasi di luar zonasi masing-masing pada 1 (satu) Satuan Pendidikan. 

d. Calon peserta didik SMA Negeri yang mendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali hanya

    dapat mendaftar pada 1 (satu) satuan pendidikan di luar zonasinya. 

e. Calon peserta didik SMA Negeri dapat mengubah pilihan satuan pendidikan dan jalur selama masa

    pendaftaran, kecuali Jalur Perpindahan Orang Tua/Wali


PEMINATAN

1. Peminatan pada SMA dan SMK berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor

    64 Tahun 2014 tentang Peminatan Pada Pendidikan Menengah. 

2. Peminatan memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan

    kompetensi sikap dan kompetensi pengetahuan peserta didik sesuai dengan minat, bakat

    dan/atau kemampuan peserta didik. 

3. Peminatan pada SMA terdiri atas:

    a. Peminatan Matematika dan IPA;

    b. Peminatan IPS; dan

    c. Peminatan Bahasa dan Budaya.

4. Penentuan peminatan SMA didasarkan pada daya tampung, pilihan peminatan, dan perhitungan nilai rapor

    yang memiliki korelasi dalam mendukung proses pembelajaran siswa yang bersangkutan dengan

    mempertimbangkan pilihan peminatan calon peserta didik. 

5. Pembobotan nilai raporadalah sebagai berikut:

    No         MAPEL                     MAT DAN IPA                 IPS             BAHASA DAN BUDAYA 

    1.            IPA                                     5                             2                                 2

    2.            Matematika                       5                             5                                 3

    3.            Bahasa Inggris                 3                             4                                 5

    4.            Bahasa Indonesia             2                             4                                 5

6. Penentuan peminatan SMA dilakukan oleh calon peserta didik selama masa pendaftaran, namun

    penetapannya akan disesuaikan dengan daya tampung pada masing-masing peminatan

    berdasarkan nilai pembobotan peminatan. 


PERUBAHAN PILIHAN

1. Selama masa pendaftaran, calon peserta didik SMK Negeri dapat mengubah pilihan ke SMA Negeri pada

    jalur zonasi atau prestasi, dan calon peserta didik SMA Negeri dapat mengubah pilihan

    ke SMK Negeri. 

2. Pindah pilihan sebagaimana tersebut angka 1, bagi calon peserta didik dari SMA Negeri yang pindah

    ke SMK Negeri dan/atau sebaliknya diwajibkan melakukan pembatalan pendaftaran pada SMA

    dan/atau sebaliknya.


SELEKSI

a. Jalur Zonasi 

1) Seleksi dilakukan dengan :

    a) jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah;

    b) usia yang paling tinggi calon peserta didik;

    c) nilai prestasi.

2) Calon peserta didik baru yang melakukan pendaftaran melalui jalur zonasi, afirmasi luar zona dan prestasi

     luar zona dan dinyatakan diterima pada lebih dari satu jalur, maka prioritas diterimanya adalah : 

     a) jalur zonasi,

     b) jalur afirmasi, dan

     c) jalur prestasi.

b. Seleksi Jalur Afirmasi diprioritaskan :

   1) Putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan         (Rumah Sakit Lini 1, Rumah Sakit Lini 2, dan Rumah Sakit Lini 3) yang menangani langsung pasien

        Covid-19 diprioritaskan diterima langsung, utamanya di zonasi calon peserta didik yang bersangkutan; 

   2) jarak tempat tinggal/domisili terdekat ke sekolah;

   3) usia yang paling tinggi calon peserta didik;

   4) nilai prestasi.

c. Seleksi jalur perpindahan tugas orangtua/wali diprioritaskan :

    1) jarak tempat tinggal/domisili terdekat ke sekolah;

    2) usia yang paling tinggi calon peserta didik;

    3) nilai prestasi.

d. Seleksi jalur prestasi diprioritaskan :

    1) nilai rapor semester I s.d V SMP/MTs sederajat ditambah bobot nilai kejuaraan dan/atau poin zonasi; 

    2) usia yang paling tinggi calon peserta didik;


KONVERSI AKREDITASI

Penghitungan nilai rapor pada jalur prestasi SMA mepertimbangkan akreditasi sekolah dengan konversi yang ditetapkan sebagai berikut : 

1. Akreditasi A             : 1,0

2. Akreditasi B             : 0,9

3. Akreditasi C             : 0,8

4. Tidak Terakreditasi : 0,7


Point zonasi, yaitu tambahan nilai sebesar 2,25 (dua koma dua lima) diberikan kepada calon peserta didik di dalam zonasi jika mendaftar pada jalur prestasi dalam wilayah zonasi.


JENIS-JENIS KEJUARAAN

Jenis-jenis kejuaraan yang diberikan bobot nilai diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis kejuaraan, yakni kejuaraan berjenjang dan kejuaraan tidak berjenjang sebagai berikut : 

1. Kejuaraan Berjenjang

    a. Tingkat Nasional

        1) Olimpiade Sains Nasional (OSN)/KSN

        2) Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN)

        3) Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)

        4) Gala Siswa Indonesia

        5) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)

        6) Olimpiade Penelitian Siswa Nasional (OPSI)

        7) Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional

        8) Kuis Kihajar

        9) Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA)

        10) Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (POPNAS)

        11) Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA)

        12) Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS) 

        13) Pekan Olahraga Daerah (POPDA)

        14) Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)

        15) Kejuaraan Nasional Pra-PON

        16) Pekan Olahraga Nasional (PON)

        17) Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA)

        18) Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS)

        19) Pekan Olahraga Pelajar Daerah - Special Olimpic Indonesia (POPDASOINA)

        20) Pekan Olahraga Pelajar Nasional - Special Olimpic Indonesia (POPDASOINA)

        21) Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) 

        22) MTQ Pelajar

        23) Kompetisi Sains Madrasah (KSM)

        24) Kompetisi Robotik Madrasah 

        25) Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI)

        26) Lomba Tingkat (LT) Pramuka Penggalang

b. Tingkat Internasional

        1) International Mathematics and Science Olympiad (IMSO)

        2) International Olynpiad In Informatics (IOI)

        3) International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO)

        4) International Physics Olympiad (IPhO)

        5) International Chemistry Olympiad (IChO)

        6) International Biology Olympiad (IBO)

        7) International Geography Olympiad (IGeO)

        8) Asean Skill Competition (ASC)

        9) Asean School Games

        10) International Chemistry Olympiad (IChO)

        11) International Biology Olympiad (IBO)

        12) International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)

        13) International Olympiad in Informatics (IOI)

        14) The Asia Pasific Informatic Olympiad (APIO)


2. Kejuaraan Tidak Berjenjang

Kejuaraaan tidak berjenjang merupakan kejuaraan/lomba/invitasi/sayembara selain yang tersebut pada angka 1, yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah/perguruan tinggi/induk olahraga dan instansi/lembaga lain sesuai kewenangannya, dengan kriteria : 

a. Tingkat Provinsi

    1) Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;

    2) Kepesertaan paling sedikit merepresentasikan 50% (lima puluh persen) dari jumlah kabupaten/kota

    dalam (satu) provinsi. 

    3) Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.

    4) Memiliki bukti dokumentasi pelaksanaan kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara. 

b. Tingkat Nasional

    1) Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;

    2) Kepesertaan paling sedikit merepresentasikan 50% (lima puluh persen) dari jumlah provinsi di Indonesia. 

    3) Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.

    4) Memiliki bukti dokumentasi pelaksanaan kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara. 

c. Tingkat Internasional

    1) Mendapatkan izin/penugasan dari satuan pendidikan SMP/MTs sederajat;

    2) Kepesertaan sekurang-kurangnya berasal dari negara-negara di Asia Tenggara. 

    3) Mendukung pengembangan bakat, minat dan talenta peserta didik.

    4) Memiliki bukti dokumentasi pelaksanaan kejuaraan/lomba/invitasi/ sayembara.


 NILAI AKHIR

Penetapan nilai akhir dilakukan setelah keseluruhan proses dilaksanakan, dan merupakan akumulasi dari komponen penilaian. 

a. Komponen penilaian untuk penghitungan nilai akhir pada SMA Jalur Prestasi meliputi: 

   1) Jumlah Nilai Rapor (NR) semester I s.d V SMP/MTs atau yang sederajat;

   2) Nilai Kejuaraan (NK);

   3) Point Zonasi (PZ)

b. Berdasarkan komponen penilaian tersebut, selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus : 

    NA = (NR x Nilai Akreditasi) + NK+ PZ


DAFTAR ULANG

1. Peserta didik yang diterima di satuan pendidikan wajib melakukan daftar ulang, dan bagi yang tidak

    melakukan daftar ulang dianggap mengundurkan diri dan tidak dapat mengikuti tahap penyaluran. 

2. Persyaratan daftar ulang bagi calon peserta didik yang dinyatakan diterima adalah sebagai berikut: 

    a. Menunjukkan kartu pendaftaran asli; dan

    b. Menunjukkan Ijazah asli/Surat Keterangan Yang Berpenghargaan Sama (SKYBS) asli. 

    c. Lain-lain yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan;

3. Ketentuan dan tata cara daftar ulang akan diatur lebih lanjut berdasarkan kondisi kedaruratan Covid-19.


PERSYARATAN PPDB

Kelengkapan administrasi yang harus dipersiapkan oleh calon peserta didik SMA yang akan divalidasi
 pada saat daftar ulang :
a. Jalur Zonasi
1) Buku Rapor SMP/sederajat.
2) Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan 
     yang bersangkutan.
3) Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah
    Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar  negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat
    dengan SMP. 
4) Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru
     2020/2021, dan belum menikah; 
5) Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB atau
    dapat diganti dengan Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa calon peserta
    didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat
    keterangan domisili; 
6) Bagi calon peserta didik dari pondok pesantren menggunakan surat keterangan bahwa pondok pesantren
     terdaftar pada Educational Management Islamic System (EMIS) yang diterbitkan oleh Kantor Kementerian
     Agama Kabupaten/Kota serta Surat Keterangan telah mukim sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun
    di pondok pesantren. 
7) Bagi calon peserta didik dari Panti Asuhan/Sosial yang dikelola oleh Pemerintah menggunakan surat
     keterangan kelayan dari lembaga pengelola panti Asuhan/Sosial, sedangkan calon peserta didik dari Panti 
     Asuhan/Sosial yang dikelola oleh masyarakat harus telah berbadan hukum.

b. Jalur Afirmasi
1) Buku Rapor SMP/sederajat.
2) Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang
     bersangkutan. 
3) Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah
    Progra Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat; 
4) Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru
     2020/2021, dan belum menikah; 
5) Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahunsebelum tanggal pendaftaran PPDB atau
    dapat diganti dengan Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa calon
    peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya
    surat keterangan domisili; 
6) Terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan/atau menyertakan bukti keikutsertaan dalam program
     penanganan kemiskinan dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah (KIP, PKH, dan bukti lain yang
    dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah), data bersumber dari Kementerian Sosial RI dan/atau Dinas Sosial
     Provinsi JawaTengah. 
7) Calon peserta didik yang berasal dari panti asuhan ditetapkan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. 
8) Terdaftar dalam hasil pendataan putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang
    diterbitkanoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 
9) Surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi yang bersangkutan khusus bagi calon
    peserta didik yang merupakan putera/ puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya dengan
    wilayah kerja di  luar Provinsi Jawa Tengah, dan masih tercatat sebagai warga Provinsi Jawa Tengah.

c. Jalur Perpindahan Orang Tua
1) Buku Rapor SMP/sederajat.
2) Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang
     bersangkutan. 
3) Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah
    Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat. 
4) Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru
    2020/2021, dan belum menikah. 
5) Surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. 
6) Calon peserta didik yang merupakan anak guru dibuktikan dengan Surat Pernyataan dari Kepala Sekolah
    yang bersangkutan dilampiri Surat Keputusan/ Penugasan dari pejabat yang berwenang. 
7) Kartu Keluarga di luar zonasi.
8) Surat Keterangan domisili dari RT/RW yang menerangkan bahwa orang tua calon peserta didik yang
     bersangkutan telah berdomisili di wilayah tersebut terhitung setelah tanggal penugasan.

d. Jalur Prestasi
1) Buku Rapor SMP/sederajat.
2) Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I – V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang
     bersangkutan. 
3) Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah
    Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat. 
4) Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun  pada awal tahun pelajaran baru
    2020/2021, dan belum menikah. 
5) Kartu Keluarga yang masih berlaku.
6) Piagam prestasi tertinggi yang dimiliki dan sesuai kriteria yang ditetapkan, yang diterbitkan paling
    singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

SANKSI

1. Bagi Peserta Didik yang diterima
    a. Apabila peserta didik memberikan data palsu/tidak benar, maka akan dikenakan sanksi pengeluaran oleh
        satuan pendidikan, meskipun yang bersangkutan diterima dalam proses seleksi. 
    b. Sanksi sebagaimana tersebut huruf a, diberikan berdasarkan hasil evaluasi sekolah bersama dengan
        Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing, sesuai dengan ketentuan
        peraturan perundangan yang berlaku. 
2. Bagi Penyelenggara PPDB
    Apabila penyelenggara PPDB tidak melaksanakan penyelenggaraanPPDB sesuai ketentuan, akan
    diberikansanksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.